Table of Contents
Malaysia Serukan DK PBB Tindak Tegas Serangan terhadap UNIFIL
Kuala Lumpur – Kementerian Luar Negeri Malaysia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengambil langkah tegas dalam menyikapi serangan yang terjadi terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan. Dalam pernyataan resmi, Wisma Putra menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga keamanan misi-misi PBB.
“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan keselamatan personel PBB serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kekebalan dan integritas misi-misi PBB,” demikian keterangan yang diterbitkan di Kuala Lumpur, Minggu.
Malaysia dengan tegas mengecam serangan berulang yang mengancam pasukan UNIFIL, termasuk insiden terbaru pada Jumat (3/4) di El Addaiseh yang melukai tiga personel asal Indonesia. Serangan-serangan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Indonesia Meminta Penjagaan Keamanan Lebih Mantap
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Insiden itu menewaskan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Selain itu, tiga personel lainnya mengalami cedera.
“Harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peacekeeping, not peacemaking,” ujar Menlu RI Sugiono.
Menlu Sugiono juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keamanan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah tugas, khususnya di Lebanon. Ia menyatakan serangan tersebut melanggar Resolusi DK PBB Nomor 1701 dan hukum humaniter internasional.
