Table of Contents
Kronologi Lengkap Longsor Sampah TPST Bantargebang: 4 Korban Meninggal, 9 Orang Masih Dicari
Sebuah longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026). Peristiwa ini menyebabkan sejumlah orang tertimbun, dengan empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim penyelamat gabungan masih berupaya mencari sisa korban yang belum ditemukan.
Peristiwa dan Penyebab Longsor
Longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika truk-truk pengangkut sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa hujan deras dengan durasi lama diduga memicu kejadian tersebut.
“Dugaan penyebab hujan lebat dengan durasi lama,” ujar Isnawa dalam keterangan tertulis.
Menurut Pramono, petugas dari Polda Metro Jaya, tingginya curah hujan menyebabkan tumpukan sampah menjadi licin, sehingga memicu longsor. Lokasi kejadian berada di Zona 4C TPST Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Peristiwa ini mengakibatkan penutupan Zona 4A sebagai langkah mitigasi.
Detail Korban dan Evakuasi
BPBD DKI Jakarta mencatat sekitar 13 orang menjadi korban, dengan tujuh di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Empat korban yang sudah ditemukan termasuk Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (sopir truk), dan Irwan Supriatain (42) sebagai sopir lainnya. Dua orang, yaitu Jonan dan Risno, berhasil selamat.
Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan 20 unit ekskavator. Tim SAR gabungan terus menggali area longsor untuk menemukan korban yang tersisa. Stabilitas material yang jatuh dinilai masih rentan, sehingga masyarakat sekitar dianjurkan tetap waspada.
Pemerintah DKI Jakarta segera mengaktifkan operasi darurat pasca-kejadian. Prioritas utama adalah menjamin keselamatan warga dan pemulihan layanan pengolahan sampah. Korban lain masih dalam proses pencarian, dengan penekanan pada kehati-hatian dalam menghindari risiko lanjutan.
