Table of Contents
Jakarta: Peristiwa Penting dan Menarik di Hari Selasa (31/3)
Pada hari Selasa (31/3), Jakarta menjadi saksi bisu beberapa kejadian yang menarik perhatian. Mulai dari acara Jakarta Festive Wonder 2026, hingga kebakaran yang menghantam bangunan ruko di wilayah Jakbar. Berikut rangkuman berita terkait:
Acara Jakarta Festive Wonder 2026 Meraih Transaksi Rp67,5 Triliun
Perhelatan Jakarta Festive Wonder 2026 periode Imlek-Lebaran, yang berlangsung dari 4 hingga 31 Maret, mencatatkan transaksi sebesar Rp67,5 triliun. Acara ini melibatkan 101 pusat perbelanjaan, menurut informasi yang diberikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota pada hari tersebut.
“Total transaksi yang tercapai mencapai 67,5 triliun rupiah. Ini merupakan rekor yang luar biasa,” ujar Pramono.
Kerja Sama Pemprov DKI dengan Pelindo untuk Cegah Kemacetan di Tanjung Priok
Pemprov DKI Jakarta melakukan kolaborasi dengan PT Pelindo untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang pernah terjadi pada 2025. Gubernur Pramono menyampaikan bahwa pihaknya memberikan area parkir sekitar 5 hektar di Terminal Tanah Merdeka kepada Pelindo.
“Kami memberikan ruang parkir kurang lebih lima hektar agar tidak seperti situasi sebelumnya,” tambah Pramono.
Pembangunan IPAL di Taman Bendera Pusaka Ditetapkan Rampung Juni 2026
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akan selesai pada bulan Juni 2026. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Subkelompok Peningkatan dan Pengendalian Air Limbah Dinas SDA, Glenn Santista.
“Target bulan Juni sudah selesai fisiknya,” tutur Glenn.
Kebakaran Melahap Ruko di Jalan Puri Kencana, Jakbar
Pada Selasa sore, terjadi kebakaran di bangunan ruko di Jalan Puri Kencana, Kembangan, Jakarta Barat. Menurut saksi mata bernama Jefri, api pertama kali muncul di lantai tiga sekitar pukul 17.30 WIB dan dengan cepat menyebar ke bagian atas bangunan.
Kemacetan dan Laporan di JAKI Belum Semua Ditindaklanjuti
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui adanya laporan di dalam aplikasi JAKI yang belum diproses. Ia menyebut rapat terkait JAKI menghasilkan rencana untuk memperbaiki prosedur penanganan laporan tersebut.
“Di rapat tadi, ada beberapa laporan yang belum ditindaklanjuti secara berkala. Kami akan sempurnakan untuk itu,” kata Pramono.
Sejumlah kejadian tersebut menyoroti berbagai aspek kehidupan Jakarta, dari sektor ekonomi hingga tata kota dan keamanan.
