Bareskrim Ungkap Penyelundupan 1,4 Kg Sabu Dikamuflase Speaker dan Laptop
Table of Contents
Bareskrim Polri Selidiki Penyelundupan Sabu 1,4 Kg Tersembunyi di Speaker dan Laptop
Bareskrim Ungkap Penyelundupan 1 4 Kg Sabu – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 1,4 kilogram. Operasi ini dilakukan di dua lokasi, yaitu Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan menyita barang bukti yang tersembunyi dalam perangkat elektronik. Empat orang tersangka ditangkap dalam proses penyelidikan tersebut.
Tersangka dan Barang Bukti yang Diamankan
Kasus ini melibatkan empat individu yang terlibat dalam perdagangan narkotika. Mereka adalah Yulio Rifki (29), seorang mahasiswa; Hendry Prayogi (33), yang dikaitkan dengan peran penerima; Romatua Harahap, yang dikenal dengan nama alias Rei (32), serta Yusnirwin (57), seorang nelayan yang juga berperan sebagai bahdar wilayah dan agen penghubung. Total sabu yang berhasil disita mencapai 1,4 kg, dengan distribusi tersembunyi dalam beberapa perangkat.
“Paket sabu pertama ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang di bus yang berhenti di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan,” jelas Brigjen Eko Hadi Santoso, ketika memberikan keterangan kepada wartawan.
Dalam penggerebakan, petugas mengidentifikasi speaker aktif yang dibawa oleh Yulio Rifki sebagai objek yang mencurigakan. Perangkat tersebut memiliki berat yang tidak seimbang dengan ukurannya, sehingga mendorong petugas untuk melakukan pembongkaran. Dari dalam speaker, dua paket sabu dengan total berat 412 gram ditemukan.
Proses Controlled Delivery dan Penyelidikan Selanjutnya
Setelah mengamankan barang bukti awal, tim gabungan Dittipidnarkoba melanjutkan penyelidikan dengan metode controlled delivery. Tujuannya adalah mengidentifikasi penerima sabu serta jaringan distribusi yang terlibat. Kegiatan ini dilakukan menuju Lombok, NTB, untuk memantau alur pengiriman.
Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas kembali menemukan satu paket sabu seberat 213 gram yang disembunyikan di dalam laptop milik salah satu tersangka. Berdasarkan hasil interogasi dan pemantauan di lapangan, tim berhasil mengamankan Hendry Prayogi di Lombok Tengah pada 12 Juni 2026. Ia dianggap sebagai pihak yang mengendalikan distribusi narkotika di wilayah tersebut.
Interogasi terhadap Hendry dan Yulio Rifki mengungkap adanya tiga paket sabu yang ditinggalkan di dalam bus. Tim kemudian bekerja sama dengan Polsek Sungai Lilin untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap kendaraan tersebut. Dari proses ini, tiga paket sabu lainnya berhasil ditemukan, dengan total berat 620 gram.
Barang bukti yang ditemukan tersembunyi di bawah jok kursi dan plafon kamar mandi bus, menunjukkan tingkat keterampilan penyelundupan yang tinggi. Polisi menyebutkan bahwa tersangka melakukan penyembunyian sabu dengan cara yang cermat, memanfaatkan ruang tersembunyi dalam kendaraan.
Pemasok Sabu Diamankan, Sumber Pasokan Masih Dicari
Penyelidikan terus berlanjut, dan sumber pasokan narkoba akhirnya teridentifikasi. Tersangka Romatua Harahap, yang berperan sebagai pemasok sabu kepada Yulio Rifki dan Hendry Prayogi, ditangkap di Labuhan Batu, Sumatera Utara, pada 19 Juni 2026.
“Dari pemeriksaan Yusnirwin, petugas memperoleh informasi bahwa sumber narkotika berasal dari Armin Siregar alias Tumbing,” tambah Brigjen Eko Hadi.
Tersangka Yusnirwin menjelaskan bahwa sabu yang dia bawa adalah hasil dari perjalanan yang dimulai dari tempat penyalur. Meski begitu, Tumbing masih dalam pencarian setelah melarikan diri setelah tim melakukan pengejaran.
Kasus ini menunjukkan kompleksitas jaringan penyelundupan yang terlibat. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menekankan bahwa pengungkapan berawal dari kegiatan rutin yang ditingkatkan di pelabuhan. Tindakan ini memungkinkan petugas untuk mengidentifikasi barang mencurigakan sebelum pengiriman berlangsung.
Sebagai langkah penyelidikan lanjutan, tim mengamankan seluruh tersangka beserta barang bukti ke Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Proses penyidikan dan pengembangan jaringan narkotika akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku yang terlewat.
Bareskrim juga menyebutkan bahwa Hendry Prayogi, setelah mengetahui Yulio Rifki ditangkap, mencoba melarikan diri dan menghubungi REI serta Djimi Fatha untuk mengamankan sabu yang mungkin lolos dari pemeriksaan. Namun, semua barang bukti berhasil ditemukan dan disita.
Keterlibatan Tersangka dan Langkah Masa Depan
Dari hasil pemeriksaan, seluruh tersangka terlibat dalam rangkaian kegiatan penyelundupan. Yulio Rifki, sebagai penerima awal, mengungkapkan bahwa barang bukti sabu ditempatkan secara tersembunyi di berbagai tempat dalam kendaraan.
Tersangka Yusnirwin dinyatakan sebagai bahdar wilayah yang aktif dalam distribusi sabu. Ia menjadi penghubung antara pemasok dan penerima, memperlihatkan struktur jaringan yang terorganisir. Dittipidnarkoba Polri berharap penyelidikan ini dapat mengungkap lebih banyak pelaku dalam rangkaian pengiriman narkotika.
Kasus ini menjadi bukti bahwa narkoba bisa dikirimkan dengan cara yang tidak terduga, seperti menyelundupkan ke dalam perangkat elektronik. Bareskrim Polri mengingatkan bahwa penyelundupan tidak hanya terjadi di pelabuhan, tetapi juga bisa terjadi melalui transportasi umum.
Sebagai upaya pencegahan, petugas menyarankan masyarakat untuk lebih waspada terhadap barang bawaan yang tidak biasa. Selain itu, penegak hukum akan terus memperluas penyelidikan untuk memastikan seluruh jaringan narkotika terungkap.
Di sisi lain, para tersangka saat ini sedang diperiksa lebih lanjut di Bareskrim Polri. Keseluruhan pemeriksaan akan membantu menegaskan peran masing-masing pelaku dalam kasus ini, serta mengarahkan penyelidikan ke sumber pasokan yang lebih besar. Dittipidnarkoba juga berkomitmen untuk mengungkap segala bentuk kegiatan penyelundupan narkoba yang dilakukan secara tersembunyi.
Kasus sabu 1,4 kg yang diungkap Bareskrim Polri menunjukkan kemampuan para penyelundupan untuk mengadopsi metode inovatif. Penggunaan speaker dan laptop sebagai wadah penyembunyian barang mencurigakan menjadi salah satu strategi yang dipilih.
Dengan mengungkap pelaku
