Remaja Ditemukan Tewas dalam Parit di Deli Serdang – Diduga Korban Tawuran
Table of Contents
Remaja Ditemukan Tewas dalam Parit di Deli Serdang, Diduga Korban Tawuran
Penemuan Mayat di Lokasi Terpencil
Remaja Ditemukan Tewas dalam Parit di Deli – Pada Senin (22/6/2026) pagi, seorang remaja ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam parit yang terletak di Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lokasi kejadian berada di wilayah yang terpencil, sehingga penemuan mayat tersebut mengejutkan warga sekitar. Menurut keterangan Babinsa Desa Marindal I, Kodim 0201/Medan, Sertu Mulyadi, mayat remaja ditemukan sekitar pukul 05.20 WIB oleh seorang warga yang sedang berjalan kaki di dekat parit tersebut.
“Pada pukul 05.20 WIB, ditemukan seorang korban tergeletak di dalam parit di sekitar lokasi dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Sertu Mulyadi, Senin (22/6/2026).
Menurut informasi yang didapat, korban ditemukan dengan tubuh yang bersimbah darah dan memiliki sejumlah luka lebam di berbagai bagian tubuh. Babinsa juga menyebutkan bahwa kondisi mayat menunjukkan tanda-tanda perkelahian yang cukup sengit. “Korban tampak mengalami luka serius, dengan darah mengalir deras di sekitar tubuhnya,” lanjut Sertu Mulyadi. Selain itu, korban diduga telah lama tergeletak di parit tersebut sebelum ditemukan, sehingga tidak langsung diidentifikasi oleh warga setempat.
Kemungkinan Tawuran Antargeng Motor
Sebelum mayat korban ditemukan, sekitar pukul 04.45 WIB, diduga terjadi pertengkaran antar kelompok remaja. Pertarungan tersebut melibatkan anggota geng motor yang berada di sekitar area Jalan Setia. Sejumlah saksi mengatakan bahwa kejadian ini terjadi tanpa terlihat tanda-tanda awal kecil, sehingga menambah misteri tentang penyebab kematian korban.
“Sepertinya mengarah ke sana, (korban merupakan peserta tawuran geng motor),” ujarnya, merujuk pada Kapolsek Patumbak, Kompol Daulay Simamora.
Kapolsek Patumbak, Kompol Daulay Simamora, menegaskan bahwa investigasi awal menunjukkan kemungkinan korban tewas akibat konflik antar kelompok remaja. Menurut dia, kejadian ini tidak hanya terjadi secara mendadak, tetapi juga memiliki riwayat penyebab yang jelas. “Berdasarkan keterangan kepala dusun dan warga sekitar, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan perkelahian antar geng motor yang berlangsung di area itu,” tambah Simamora.
Penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Polisi mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk hasil pemeriksaan medis terhadap mayat korban serta pengambilan saksi-saksi dari warga sekitar. Selain itu, tim investigasi juga memeriksa rekaman CCTV yang tersedia di sekitar lokasi kejadian. “Kita sedang memverifikasi apakah korban terlibat dalam pertarungan yang memicu kejadian ini,” kata Simamora.
Wilayah Kecamatan Patumbak dikenal sebagai area yang sering menjadi saksi bisu konflik antar remaja, terutama yang melibatkan geng motor. Kejadian serupa sebelumnya terjadi beberapa bulan lalu, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap tingginya angka kecelakaan akibat tawuran di sini. Sejumlah warga setempat menyebut bahwa konflik antar geng motor dianggap sebagai masalah utama yang perlu penanganan lebih lanjut oleh pemerintah daerah dan polisi setempat.
Respons Komunitas dan Upaya Pemulihan Kepercayaan
Setelah penemuan mayat remaja, warga sekitar langsung memberikan laporan ke polisi. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan berjalan secara transparan, dengan mengundang warga untuk menyampaikan informasi lebih lanjut. “Kita berharap warga dapat melengkapi data terkait kejadian tersebut, agar investigasi dapat segera berjalan lancar,” jelas Simamora.
Sejumlah warga menyatakan bahwa mereka menyaksikan aksi perkelahian sebelumnya, tetapi tidak langsung melaporkannya karena kejadian terjadi di malam hari. “Waktu itu cukup gelap, dan kejadian terjadi cukup cepat,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, konflik antar geng motor di area ini sering terjadi, terutama saat akhir pekan.
Babinsa Sertu Mulyadi juga menegaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi yang memperlihatkan kejadian sengit. “Tubuh korban menunjukkan tanda-tanda bahwa ia terlibat dalam pertarungan yang cukup berdarah,” ujarnya. Polisi berharap melalui penemuan ini, dapat mengungkap lebih jelas penyebab kematian korban dan mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.
Proses Investigasi yang Berkelanjutan
Kepolisian Deli Serdang telah membuka investigasi resmi terhadap kejadian ini. Selain pemeriksaan saksi dan mayat, mereka juga mengecek kesaksian dari warga yang berada di sekitar lokasi. “Kita sedang menyelidiki apakah ada bukti-bukti yang mengarah ke penanggung jawab utama,” kata Simamora. Dalam beberapa hari terakhir, kepolisian juga meminta bantuan dari tim forensik untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap kondisi tubuh korban.
Sejumlah petugas kepolisian menyatakan bahwa mereka akan mengejar pelaku tawuran tersebut hingga tuntas. “Kita tidak akan mengejar pelaku hanya karena kejadian yang kecil, tetapi untuk memastikan adanya kejelasan,” jelas Sertu Mulyadi. Kepolisian juga berharap untuk memberikan edukasi kepada remaja di wilayah ini mengenai bahaya tawuran dan cara menghindarinya.
Dalam upaya memperkuat kasus ini, pihak kepolisian juga mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan barang bukti. Sejumlah senjata yang digunakan dalam tawuran, seperti batu dan pisau, diduga masih berada di sekitar area. “Kita sedang memeriksa apakah ada barang bukti yang bisa membantu mengidentifikasi pelaku,” tambah Simamora. Sel
